Minggu, 24 Maret 2013

Informasi tidak sama dengan kekuasaan (setidaknya di dunia perpustakaan)

Ada yang bilang, siapa yang menguasai informasi akan mendapatkan kesuksesan dan kekuasaan. Mungkin itu ada benarnya juga, tapi bisa juga salah.
Kenapa gue bilang ada yang salah dengan pernyataan itu. Ini sebabnya: gue kuliah S1 dan S2 di jurusan ilmu perpustakaan, dan gue juga pernah kerja sebagai pustakawan. Dan dari yang gue tau, pustakawan itu berkutat pada informasi, pengelolaan informasi. Kalo pernyataan itu benar, seharusnya kaum yang paling makmur di dunia ini adalah pustakawan. Tapi apa yang gue liat di sekitar gue? Jarang banget gue ngeliat pustakawan yang tajir mampus. Dan bahkan ga ada satu pun pustakawan yang nongol di daftar majalah Forbes. Sebenarnya apa yang salah sih?

Trus gue juga pernah nyemplung ke dunia bisnis, bukan pelaku tapi mungkin sebagai pengamat dan belajar dikit-dikit ilmunya. Trus gue juga pernah dan mulai (lagi) nyemplung ke dunia internet marketing. Atau ke dunia politik. Dari yang gue liat, pernyataan bahwa siapa yang menguasai informasi dia bisa sukses dan berkuasa adalah benar.

Mereka nggak pernah tuh kuliah di perpustakaan, atau diajarin konsep-konsep pengelolaan informasi. Tapi apa yang mereka tahu? Secara tidak sadar, mereka dengan sangat baik mengelola dan memanfaatkan informasi untuk kepentingan mereka.

Jadi yang salah dimana? Ilmu perpustakaannya? Menurut gue bukan. Tapi dari si orang-orang yang menggunakan ilmu itu. Bagaimana cara kita memanfaatkan ilmu informasi untuk kepentingan kita? Mungkin orang-orang dari ilmu perpustakaan terlalu baik hati, jadi mereka selalu memikirkan orang lain terlebih dahulu. Selalu mendahulukan kepentingan pengguna perpustakaannya terlebih dahulu. Tapi lupa, bahwa diri mereka juga punya hak atas ilmu yang udah mereka dapatkan.

Tidak ada komentar: