Senin, 22 April 2013

The Journey to Sawarna beach

Pada tanggal 12 - 14 April 2013 aku bersama beberapa orang teman-temanku berlibur ke Sawarna, yang kabarnya salah satu dari surga tersembunyi milik Indonesia (berdasarkan informasi dari salah satu tayangan televisi swasta Indonesia). Ini adalah catatan perjalananku beserta rombongan ke pantai Sawarna yang kabarnya indah itu.

Kami pergi ke Sawarna menggunakan jasa travel http://www.pantaisawarna.com/. Tarifnya tidak terlalu mahal. Kami dijemput di meeting point (Cijantung, Jakarta Timur) sekitar pukul 23.00 (Jumat, 12 April 2013), dan berangkat sekitar pukul 23.30 malam.
Perjalanan kami melewati rute Lido, Sukabumi dan terus melewati Pelabuhan Ratu. Rombongan kami lalu berhenti di Puncak Habibie, untuk sejenak menikmati keindahan Pelabuhan Ratu dari atas.

Pelabuhan Ratu dari Puncak Habibie
Dari Puncak Habibie kami meneruskan perjalanan hingga ke Sawarna. Dan sekitar pukul 06.30 pagi (Sabtu, 13 April 2013) kami tiba di Sawarna. Cukup melelahkan juga perjalanan kami. Karena bukan hanya jarak yang jauh, tetapi juga jalan yang berliuk-liuk turun-naik kiri-kanan, hingga membuat salah satu temanku mengalami mabuk darat. Tetapi tidak hanya itu, saat sudah masuk wilayah Sawarna pun, kami harus menghadapi medan jalan yang rusak.

Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke tempat rombongan kami menginap (Home Stay). Kabarnya sebagian besar Home Stay yang ada di Sawarna dimiliki oleh orang-orang Jakarta, tetapi di kelola oleh warga setempat.

Namun, sebelum rombongan kami menuju ke Home Stay yang sudah dipesan. Dari tempat kami turun mobil, kami harus berjalan melewati sebuah jembatan gantung.
Jembatan Gantung

Jembatan gantung ini cukup menegangkan untuk dilewati, karena tidak hanya bergoyang secara vertikal tetapi juga oleng ke kiri-kanan.

Setelah sampai di home stay, rombongan kami menempati kamar masing-masing. Lalu kami pun beristirahat.

Setelah kami melepas lelah perjalanan yang cukup jauh, rombongan kami dengan dipandu oleh tour guide menuju ke tempat wisata pertama di Sawarna, yaitu ke Goa Langir.

Pantai tempat Goa Langir berada
 Goa Langir berada di sebuah pantai, yang entah mengapa pantai itu sangat sepi.

Ekspektasiku mendengar kata wisata goa, membayangkan aku akan masuk ke dalam goa yang cukup dalam. Namun, ketika di dalam diriku agak kecewa karena ternyata goa itu tidaklah dalam. Hanya beberapa meter saja.

Dari Goa Langir, rombongan kami bermain-main air terlebih dahulu di pantai. Setelah puas, barulah kami kembali ke Home Stay untuk beristirahat.

Pantai Tanjung Layar
Sore harinya, setelah shalat Ashar rombongan kami pergi menuju ke Pantai Tanjung Layar, yang katanya indah itu. Ternyata memang benar,

Pantainya sangat indah. Tidak hanya diriku yang berpendapat seperti itu, temanku pun juga setuju dengan pendapatku. Dan hal itu juga ditunjukkan dengan banyaknya para fotografer yang datang ke Pantai Tanjung Layar.


Sekedar tips bagi yang ingin ke Sawarna khususnya Pantai Tanjung Layar, sebaiknya bawalah kamera DSLR agar maksimal ketika mengambil gambar. Terutama saat mengambil gambar deburan ombak. Dan jangan lupakan juga momen-momen sunset di pantai ini.

 Kemudian, setelah puas menikmati keindahan di Pantai Tanjung Layar, rombongan kami kembali ke home stay untuk bermalam.

Keesokan harinya destinasi berikutnya dari rombongan kami adalah Pantai Pasir Putih. Bagiku tidak ada yang istimewa dari pantai ini. Sehingga diriku pun tidak berlama-lama di pantai ini, dan segera kembali ke home stay untuk persiapan kembali ke Jakarta.

Rombongan kami berangkat menuju Jakarta pukul 11.00 siang, dan sampai kembali ke tempat keberangkatan kami pukul 20.30. Sebuah kesan mendalam yang membekas di ingatanku, adalah keindahan dari Pantai Tanjung Layar, yang bisa membuatku untuk datang kembali.

Terima kasih kepada teman-temanku yang telah mengajakku untuk pergi ke tempat yang indah ini. Dan tidak lupa kepada http://www.pantaisawarna.com/ yang pelayanannya memuaskan.

Eager to wait my next trip.





Tidak ada komentar: